15 Janji SBY-Boediono Wajib Ditagih Rakyat

Monday, July 13, 2009

Jakarta – Dengan mengabaikan adanya gugatan dugaan kecurangan Pilpres, andaikan SBY-Boediono sudah dinyatakan menjadi pemenang Pilpres 8 Juli 2009, maka wajib melaksanakan 15 janji yang dilontarkan saat kampanye. Masyarakat pun menunggu realisasi janji-janji kampanye SBY.

Untuk mewujudkan itu, kerja pemerintah mendatang perlu difokuskan pada peletakan dasar demokrasi dan keadilan ekonomi. ”Pada pemerintahannya ke depan, SBY seharusnya tidak perlu lagi disibukkan oleh hal-hal untuk mempertahankan kekuasaan seperti yang terjadi di pemerintahan lalu,” tutur Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latif, Minggu (12/7). Hal ini karena sesuai dengan UUD 1945, presiden Indonesia hanya dipilih untuk dua kali masa jabatan.

Dalam bidang demokrasi, lanjut Yudi, SBY hendaknya serius mau menerapkan nomor identitas tunggal atau single identity number (SIN) bagi penduduk Indonesia, sehingga masalah kekisruhan pada daftar pemilih tetap (DPT) seperti dalam Pemilu dapat dicegah. Pemerintahan yang bersih juga lebih mudah dibangun karena penerapan SIN membuat orang sulit melakukan korupsi.

Di bidang ekonomi, lanjutnya, yang harus dilakukan SBY adalah menciptakan pembangunan yang adil dan merata, seperti isi satu dari lima agendanya. ”Ini menyangkut keberanian untuk menata kembali sistem ekonomi agar lebih berpihak kepada rakyat, seperti dengan menegosiasikan kembali kontrak karya dengan perusahaan asing dan utang luar negeri,” tegas Yudi.

Untuk mewujudkan hal itu, menurut dia, SBY tidak perlu ragu mengambil program dari kandidat lain. Itu karena program yang diajukannya selama kampanye kurang jelas dan lebih sulit diukur jika dibandingkan dengan program kandidat lain. ”Program SBY-Boediono yang dijanjikan selama kampanye cenderung normatif sehingga selalu ada peluang untuk menghindar karena yang ditawarkannya bukan hal konkret,” ungkapnya.

Namun, Yudi kurang yakin SBY-Boediono berani membuat terobosan dalam pemerintahannya, seperti menegosiasikan kembali kontrak karya dan utang luar negeri. Pasalnya, mereka termasuk pemimpin yang lebih suka bermain aman. Selain itu, penerapan kebijakan ini juga melibatkan kekuatan kapital internasional.

Sementara pengajar ilmu politik pada Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago meragukan kemampuan SBY merealisasikan janjinya. Ini karena dia tidak pernah menjelaskan cara mewujudkan janji-janji itu, termasuk sumber daya yang dimiliki. Dia hanya menyampaikan daftar janji. ”Jika SBY berani jelaskan formasi kabinet berikut kualifikasi orang-orangnya, mungkin kita baru memiliki sedikit gambaran tentang kemampuannya mewujudkan janji. Namun, selama ini dia selalu menolak bicara tentang hal itu. Jika hanya membuat daftar janji, banyak orang bisa melakukannya,” tandasnya.

Pengamat dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman bahkan meyakini kondisi dan kebijakan pemerintah dalam lima tahun ke depan akan sama dengan pemerintah periode 2004-2009. Sebab, pasangan SBY-Boediono bukan duet yang cukup berani, inovatif, dan taktis. ”Memang akan ada sejumlah program populis, seperti bantuan langsung tunai atau kredit untuk pengusaha kecil. Namun, berbagai program ini dibiayai utang luar negeri dan bukan dari pengumpulan kekayaan atau hasil bumi nasional,” bebernya.

Dalam jangka pendek, ia melihat rakyat memang akan diuntungkan dengan program tersebut. Namun, kata dia, program populis itu akhirnya juga memukul rakyat dalam jangka panjang. Sebab, utang untuk membiayainya akan dibayar dengan APBN. ”Akibatnya, anggaran yang seharusnya, seperti untuk kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan sosial, akan habis dipakai untuk membayar berbagai utang tersebut,” papar dosen Unair.

Sebagai catatan, Capres incumbent SBY didampingi dalam kampanye akbar terakhir di Gelora Bung Karno, Jakarta, melontarkan lima agenda dan 15 prioritas kerja yang merupakan patokan bagi rakyat pemberi mandat untuk menuntut janji di kemudian hari. Selama lima tahun, agenda dan prioritas itu dijanjikan akan dipenuhi.

Kelima agenda itu adalah peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, pembangunan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, penguatan demokrasi dan menghormati hak asasi manusia, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta pembangunan adil dan merata. Menurut SBY, kunci sukses lima agenda dan 15 prioritas itu dalam lima tahun ke depan adalah hadirnya pemerintahan yang bersih, cakap, dan tanggap. Bersama Boediono, Yudhoyono berjanji akan bekerja keras siang malam. Boediono dikenal tepat mendampinginya karena lurus, pekerja keras, dan menguasai ekonomi.

Sebagaimana diketahui, SBY dalam orasi di Kampanye Akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Sabtu (4/7), menyebut sebanyak 15 janji yang akan dilaksanakan dalam pemerintahan periode 2009-2014 jika terpilih kembali menjadi Presiden RI. Di depan masa yang yang memadati Stadion GBK yang menunggu sejak Sabtu pukul 10.00 WIB dan acara inti baru dimulai 16.30 WIB, SBY dalam kampanye hari terakhirnya ini mengucapkan 15 janji yang akan dilaksanakan dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

Ke-15 janji itu, pertama, pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen sehingga kesejahteraan rakyat meningkat, kedua, kemiskinan yang diharapkan turun hingga 10 persen, terutama meningkatkan pembangunan pertanian, perdesaan dan program pro rakyat, ketiga, pengangguran turun hingga 6 persen dengan cara meningkatkan peluang lapangan pekerjaan dan peningkatan penyaluran modal usaha rakyat (KUR).

Keempat, peningkatan pendidikan, yakni infrastruktur dan kesejahteraan guru, persamaan perlakuan sekolah negeri-swasta-agama dan melanjutkan sekolah gratis bagi yang tidak mampu, keenam, masalah kesehatan akan terus melakukan pemberantasan penyakit menular dan melanjutkan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu.

Keenam, akan meningkatkan swasembada pangan, yakni swasembada beras dipertahankan dan akan dilanjutkan swasembada daging sapi dan kedelai, ketujuh, penambahan energi daya listrik secara nasional dan BBM terbarukan, kedelapan, pemerataan pembangunan infrastruktur, kesembilan, peningkatan pembangunan rumah rakyat, kesepuluh, pemeliharaan lingkungan terus ditingkatkan seperti dengan reboisasi lahan.

Kesebelas, meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan, serta modernisasi alustsista TNI/ Polri, keduabelas, reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi terus ditingkatkan, ketigabelas, otonomi daerah dan pemerataan daerah ditingkatkan, keempatbelas, demokrasi dan penghormatan terhadap HAM makin ditingkatkan dan kelimabelas, meningkatkan peran Indonesia makin ditingkatkan di dunia internasional.

Inilah 15 Janji SBY-Boediono kalau menang Pilpres:
1. Pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen sehingga kesejahteraan rakyat meningkat.
2. Kemiskinan harus turun 8-10 persen dengan meningkatkan pembangunan pertanian, pedesaan dan program pro rakyat.
3. Pengangguran turun 5-6 persen dengan cara meningkatkan peluang lapangan pekerjaan dan peningkatan penyaluran modal usaha.
4. Pendidikan harus ditingkatkan lagi. Mutu infrastruktur dan kesejahteraan guru dan dosen ditingkatkan. Persamaan perlakuan sekolah negeri-swasta-agama. Tetap melanjutkan sekolah gratis bagi yang tidak mampu.
5. Masalah kesehatan dengan terus melakukan pemberantasan penyakit menular dan melanjutkan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu.
6. Swasembada Beras dipertahankan. Ke depannya Indonesia akan menuju swasembada daging sapi dan kedelai.
7. Penambahan Energi daya listrik secara nasional. Kecukupan BBM dan pengembangan energi terbarukan.
8. Pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari perhubungan, pekerjaan umum, air bersih, TI, maupun pertanian.
9. Peningkatan pembangunan rumah rakyat seperti proyek rusun murah untuk buruh, TNI/ Polri, dan rakyat kecil.
10. Pemeliharaan lingkungan terus ditingkatkan seperti dengan reboisasi lahan.
11. Kemampuan pertahanan dan keamanan terus ditingkatkan seperti pengadaan dan modernisasi alustsista TNI/ Polri.
12. Reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi terus ditingkatkan.
13. Otonomi daerah dan pemerataan daerah ditingkatkan.
14. Demokrasi dan penghormatan terhadap HAM makin ditingkatkan. Jangan terjadi lagi pelanggaran HAM berat di negeri ini.
15. Peran Indonesia makin ditingkatkan di dunia internasional. Berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. (*/jpc/KCM/ARI)

sumber : http://www.jakartapress.com/news/id/7724/15-Janji-SBY-Boediono-Wajib-Ditagih-Rakyat.jp

Bookmark and Share

1 comments:

jali blog said...

blog walking.....:)